Kamis, 16 Juni 2016
Agar Tak Mudah Apek, Ini Tips Menyimpan Tepung Di Dapur
Sebagai wanita yang suka belajar masak atau mungkin selalu menyediakan makanan di rumah, kamu pasti pernah membeli tepung terigu, tepung beras atau tepung-tepung lainnya kan? Jika ada sisa pasti akan disimpan di dalam lemari di dapur atau toples tertutup.
Namun tepung juga punya masa berlaku baik digunakan jika sudah dibuka pembungkusnya. Seperti bahan makanan lainnya, tepung juga memiliki cara penyimpanan khusus agar dapat tahan lama, tidak apek, lembab, atau berkutu. Ini tipsnya agar tepung tak mudah rusak dan kadaluwarsa sebelum waktunya.
Ikat pembungkus tepung
Pastikan plastik pembungkus tepung diikat kembali dengan rapat. Cara ini ampuh mengurangi kemungkinan tepung jadi lembab, menggumpal, dan terkena udara yang membawa bakteri.
Jangan mencampur tepung lama dengan baru
Jangan mencampur tepung yang baru beli dengan yang lama saat menyimpannya, meski kedua tepung memiliki jenis yang sama. Jika pun ingin menyimpannya dalam satu wadah, lihat dulu tepung yang lama, apakah masih bagus atau sudah rusak. Pastikan juga kamu segera menghabiskan tepung lama sebelum memakai yang baru.
Simpan di tempat dingin atau sejuk
Simpan tepung di tempat yang dingin. Tepung bisa juga disimpan di lemari es, tetapi tetap pastikan wadah penyimpanannya rapat. Jika tidak, simpan tepung di tempat yang sejuk saja.
Bersihkan wadah tepung
Bersihkan wadah tempat tepung agar tak mudah bau apek. Bau pada toples bisa jadi mempengaruhi tepung sehingga tepung tak enak lagi dipakai.
Bersihkan lemari dapur
Bersihkan lemari penyimpanan.
Jika lemari tak hanya dipakai untuk menyimpan tepung saja, tapi juga berbagai bahan dapur lainnya, pastikan untuk sering membersihkannya agar tepung tak berjamur dan lemari tak rawan lembab.
Nah, itu dia sekian tips menyimpan tepung di dapur agar tak mudah menggumpal, bau apek, berjamur, atau bahkan berkutu. Semoga bermanfaat ya ladies.
Sumber : vemale.com
Minggu, 05 Juni 2016
Sehatkan Ginjal dengan 5 Makanan Ini
Kalau Anda tengah dalam kondisi berjuang dari penyakit yang berhubungan dengan ginjal, Anda akan senang mengetahui ada banyak makanan di sekitar Anda, tentu yang alami, bisa menolong percepatan pemulihan sakit ginjal.
Dikutip dari India Times,ada lima makanan yang kaya anti-oksidan, vitamin serta mineral yang membatu menguatkan ginjal. Selain itu, kelima makanan ini bermanfaat bagi pasien yang baru saja menjalani transplantasi ginjal.
Agar lebih aman, konsultasikan dulu hal ini dengan dokter jika Anda sudah memiiki masalah ginjal sebelumnya. Berikut lima makanan yang bermanfaat bagi kesehatan ginjal.
1. Paprika merah
Buah yang jadi topping klasik dalam pizza ini punya potasium yang rendah dan kaya akan vitamin A, C, B6, asam folat dan serat.
Paprika juga kaya akan likopen yang bisa menjauhkan Anda dari kanker. Makanlah paprika panggang atau potong ke dalam salad dan nikmatilah.
2. Apel
Punya sifat anti-inflamasi (peradangan), serat, dan vitamin, apel juga merupakan buah yang bisa mengurangi kolesterol dalam tubuh, mencegah sembelit dan menjaga ginjal sehat.
Buah ini bisa dikonsumsi langsung, dimasak, atau dijus, karena menyehatkan dalam segala bentuk.
3. Buah cranberry
Agak sulit memang, menemukan buah ini di pasar, kecuali Anda ke swalayan. Bentuknya mirip ceri liar dan buah cranberry ini adalah obat alami untuk infeksi saluran kemih karena meningkatkan tingkat keasaman urin, sehingga tidak bersahabat untuk bakteri. Buah ini juga bisa mencegah kanker.
4. Ikan
Mengkonsumsi ikan tiga kali dalam seminggu bisa menurunkan kolesterol, menguragi peradangan dalam tubuh dan melawan kanker. Pasalnya, ikan kaya akan omega 3 dan anti-oksidan.
5. Putih telur
Putih telur juga merupakan sumber protein yang mudah larut dalam tubuh serta punya konten potasium yang rendah. Anda bisa mengkonsumsinya dengan hanya merebus telur.
Tiga Sayuran Ini Wajib Direbus
Untuk menemukan manfaat sayuran, ada beberapa teknik memasak yang bisa kita lakukan. Misalnya dengan memanggang atau dengan merebus.
Berikut ketiga sayuran yang mengeluarkan manfaat kesehatan saat direbus, menurut laman Times of India,
1. Sayuran akar
Sayuran akar seperti kentang dan lobak mengandung banyak serat, serta vitamin. Merebus sayuran ini dengan kulitnya dan mengupas sebelum makan adalah cara yang bagus untuk membantu menjaga semua manfaat sayuran.
Live Science mencatat, setidaknya delapan manfaat kentang seperti menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan otak dan sistem saraf, menjaga kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan jantung, membantu kinerja atletik dan perawatan kulit karena mengandung vitamin C, B6, kalium, magnesium, seng, dan fosfor yang membantu menjaga kulit untuk tetap halus dan sehat.
2. Asparagus
Ketika direbus atau dikukus, sayuran ini akan mempertahankan semua manfaat kesehatannya. Sayuran ini sangat bagus untuk melindungi jantung Anda, dan sistem saraf Anda.
3. Brokoli
Brokoli merupakan sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Studi terbaru menunjukkan, sayuran ini memiliki manfaat setelah direbus atau dikukus daripada dikonsumsi dalam bentuk mentah. Brokoli memiliki zat anti kanker dan sumber vitamin C.
Jangan Asal Olah Brokoli untuk Dapatkan Manfaatnya
Ada banyak cara mengolah brokoli mulai dari direbus hingga jadi sup. Namun untuk mengambil manfaat terbaik brokoli akan lebih baik diolah dengan cara dikukus lalu disantap. Salah satu keuntungannya membantu tubuh melawan kanker.
"Brokoli paling bagus dikukus. Cukup 2-3 menit saja. Jika terlalu lama dimasak kandungan sulforaphane yang bagus untuk mencegah kanker payudara jadi hilang," tutur dokter spesialis anak Frieda Handayani Kawanto dalam acara peluncuran program edukasi makan buah dan sayur dari Sari Husada di Jakarta,
Jika direbus terlalu lama, paling tidak kandungan sulforaphane bisa hilang 50 persen. Tentu sayang sekali bukan? Sehingga jika orangtua memang ingin memberikan anak-anak buah dan sayur sebaiknya dilengkapi juga dengan pengetahuan pengolahan.
"Jadi pengetahuan mengolah makanan secara khusus itu juga perlu dimiliki," tutur dokter yang berpraktik di RS Awal Bros Evasari Jakarta.
Selain mengandung sulforaphane, brokoli masih kaya manfaat lain mulai dari kaya serat, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, Vitamin A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide, kalsium, betakaroten, dan glutation. Brokoli juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB) dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.
Jumat, 03 Juni 2016
Tips Sayur Tetap Segar dan Nggak Kuning Saat Disimpan di Kulkas
Belanja di akhir pekan seperti sekarang ini memang sangat menyenangkan. Biasanya, di akhir pekan seperti ini kita akan membeli bahan masakan baik itu sayur atau bumbu dapur dalam jumlah yang cukup banyak untuk persediaan seminggu ke depan. Dan agar bahan masakan tersebut awet, biasanya kita akan langsung memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari pendingin.
Memang sih, menyimpan bahan masakan khususnya sayur di dalam kulkas bisa membuat sayur awet. Tapi, tidak jarang penyimpanan sayur di kulkas yang salah justru membuat sayur mudah layu dan warnanya tidak hijau lagi alias kuning. Lantas, gimana dong agar sayur yang disimpan di kulkas tetap segar dan nggak kuning?
Jangan khawatir Ladies, kali ini Vemale akan memberikan tips agar sayur tetap segar dan nggak kuning saat disimpan di kulkas. Caranya antara lain sebagai berikut.
Bungkus Sayur Pakai Kertas
Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah membungkus sayur pakai kertas. Saat kita membungkus sayur pakai kertas, hal ini bisa membuat sayur menjadi awet segar dan nggak mudah kuning.
Cuci Sayur Sebelum Disimpan di Kulkas
Pastikan bahwa kamu menyimpan sayur yang sudah dicuci. Jika selama ini kamu langsung memasukkan sayur sebelum disimpan, mulai sekarang cobalah untuk menghentikan kebiasaan ini. Sayur yang tidak dicuci dikhawatirkan mengandung berbagai bakteri yang menyebabkan kulkas tidak sehat dan sayur pun akan mudah layu juga berwarna kuning. So, cuci dulu sayur yang akan disimpan di kulkas.
Hindari Menyimpan Sayur Bersama Bawang Merah atau Bawang Putih
Bawang merah dan putih adalah dua bumbu masak yang mengandung banyak gas. Jika ia disimpan di kulkas namun tidak ditempatkan dalam wadah tertutup, dikhawatirkan hal ini akan membuat gas dalam bawang menjadi penyebab sayur mudah layu, berwarna kuning bahkan busuk. Jadi, usahakan tidak menyimpan bawang di kulkas kecuali kamu telah menempatkannya dalam wadah atau toples yang tertutup.
Pastikan Kulkas Bersih
Pastikan bahwa kulkas untuk menyimpan sayur bersih dan tidak ada sisa buah atau sayur lainnya. Sisa buah dan sayur dikatakan akan membuat sayur baru yang disimpan di kulkas mudah layu, busuk juga berwarna kuning. Idealnya, kulkas dibersihkan setiap satu atau dua minggu sekali.
Lubangi Plastik Sayur
Jika kamu menyimpan sayur di dalam plastik, usahakan untuk melubangi plastik terlebih dahulu. Asal kita tahu saja, sayur yang disimpan di dalam plastik sering kali mengeluarkan uap atau gas. Jadi, agar uap tersebut bisa keluar dari dalam plastik, tugas kita akan melubangi plastik. Selain menjadi jalan keluarnya uap yang berasal dari sayur, lubang pada plastik juga akan memudahkan udara dari kulkas masuk ke dalam plastik dan membuat sayur tetap segar.
Ladies, itulah cara menyimpan sayur di kulkas agar tetap segar dan tidak mudah kuning. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Senin, 30 Mei 2016
Ini Lho Perbedaan Mentega dan Margarin!
Bagi Ladies yang masih pemula dalam dunia masak-memasak mungkin masih bingung dengan perbedaan mentega dan juga margarin. Sekilas keduanya memang tampak sama. Well, tapi jauh berbeda dan memiliki hasil yang berbeda pula untuk setiap masakan.
Kali ini Vemale akan menghadirkan informasi tentang perbedaan dua bahan memasak ini. Jangan lagi salah sebut ya Ladies. Ayo simak perbedaannya.
Mentega atau Butter
Mentega atau butter ini terbuat dari lemak susu hewani seperti sapi atau domba. Mentega rasanya lebih gurih dan beraroma dibandingkan margarin. Mentega punya dua jenis Ladies. Ada mentega asin (salted butter) dan mentega manis (unsalted butter). Untuk teksturnya mentega lebih mudah mencair, sehingga lebih baik disimpan di wadah tertutup dan dimasukkan ke dalam lemari es.
Margarin
Margarin terbuat dari minyak nabati atau tumbuh-tumbuhan seperti kelapa dan lain sebagainya. Margarin cenderung kurang beraroma. Margarin hanya memiliki rasa asin saja. Tekstur margarin lebih padat dibandingkan mentega. Karenanya margarin tak mudah meleleh karena memiliki titik beku yang rendah.
Itu tadi perbedaan yang jelas di antara keduanya Ladies. Margarin dan mentega harus disimpan dengan rapi di dalam wadah tertutup setelah dibuka dari kemasannya agar tidak terkontaminasi debu, kotoran dan bakteri jamur di suhu ruangan.
Jangan salah membedakan lagi ya Ladies. Bahan yang tepat akan membuat masakanmu jadi super spesial. Semoga bermanfaat.
Tips Mudah Menjernihkan Minyak Goreng Bekas Pakai
Minyak goreng adalah salah satu bahan dapur yang paling penting untuk memasak. Semakin lama harga minyak goreng memang semakin melejit Ladies. Bagi kamu yang suka memasak dan ingin berhemat, kali ini Vemale akan coba hadirkan satu tips super berguna.
Umumnya minyak goreng memang digunakan sebanyak 2-3 kali pemakaian. Namun terkadang ada yang sekali pakai saja minyak sudah berwarna keruh. Tapi sangat sayang kalau harus dibuang Ladies. Nah, bolehkah minyak ini dipergunakan kembali? Jawabannya boleh, namun kamu wajib menjernihkannya dulu.
Berikut ini Vemale hadirkan tips mudah menjernihkan minyak goreng bekas pakai agar bisa dipakai 1-2 kali lagi. Check this out Ladies!
Siapkan:
Arang kayu
Kain
Cara Menjernihkan:
Masukkan 2 kepal arang kayu yang sudah dihaluskan ke dalam 1 kilogram minyak jelantah
Biarkan sejenak, aduk sampai merata dan biarkan lagi selama 5 menit
Semua residu akan diserap oleh arang kayu dan minyak menjadi jernih kembali
Sebelum dipakai, saring minyak dengan menggunakan kain bersih
Well, bagaimana Ladies? Super duper mudah sekali bukan? Semoga informasi ini bermanfaat ya! Selamat berhemat.
Langganan:
Postingan (Atom)






