Tampilkan postingan dengan label Penyimpanan Bahan Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyimpanan Bahan Makanan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Juni 2016
Tips Praktis Mengusir Ulat & Kutu Beras Dengan Cabai Kering
Jika belanja beras, orang jarang membeli beras hanya satu atau dua kilo saja. Kebanyakan orang, apalagi yang sudah berumah tangga, pasti akan membeli beras dalam jumlah besar, seperti misalnya berkilo-kilo atau sekalian satu karung besar. Tapi beras yang disimpan dalam waktu lama untuk persediaan bisa saja rusak sebelum habis.
Beras bisa rusak karena serangan kutu atau ulat beras. Dan jika sudah begini, kualitas beras jadi menurun dan bahkan lebih parahnya lagi, beras tak bisa dimasak dan akhirnya harus dibuang. Duh, tak ingin hal ini terjadi kan? Tenang, yang kamu butuhkan hanya cabai.
Tips Mencegah Beras Berkutu dan Berulat
Untuk mencegahnya, kamu bisa menggunakan cabai kering. Masukkan cabai kering ke dalam beras, timbun cabai di dalam beras. Seberapa banyak cabai yang digunakan tergantung seberapa banyak beras yang disimpan di rumah.
Jika tak punya cabai kering pun kamu pun tetap bisa menggunakan cabai mentah yang masih segar. Efeknya tetap sama. Kira-kira 4-6 cabai rawit kecil sudah cukup untuk beras lebih dari 5 kg.
Tips Mengatasi Beras Yang Sudah Berkutu & Berulat
Sama seperti halnya mencegah beras dari kutu dan ulat, jika kamu baru tahu bahwa berasmu berulat dan berkutu, tak perlu langsung membuangnya, selamatkan dengan cabai. Jika tak punya cabai kering, kamu tetap bisa menggunakan cabai mentah yang masih segar. Caranya juga sama, campur dan timbun cabai di dalam beras. Bedanya, gunakan cabai lebih banyak, 5-10 cabai (kering atau segar) untuk beras di atas 6 kg.
Tak perlu khawatir jika cabai akan membusuk jika kamu menggunakan cabai segar, karena cabai akan kering sendiri di dalam beras nanti. Efeknya bisa kamu lihat sendiri 2-3 hari berikutnya. Selamat mencoba.
Sumber : vemale.com
Kamis, 16 Juni 2016
Agar Tak Mudah Apek, Ini Tips Menyimpan Tepung Di Dapur
Sebagai wanita yang suka belajar masak atau mungkin selalu menyediakan makanan di rumah, kamu pasti pernah membeli tepung terigu, tepung beras atau tepung-tepung lainnya kan? Jika ada sisa pasti akan disimpan di dalam lemari di dapur atau toples tertutup.
Namun tepung juga punya masa berlaku baik digunakan jika sudah dibuka pembungkusnya. Seperti bahan makanan lainnya, tepung juga memiliki cara penyimpanan khusus agar dapat tahan lama, tidak apek, lembab, atau berkutu. Ini tipsnya agar tepung tak mudah rusak dan kadaluwarsa sebelum waktunya.
Ikat pembungkus tepung
Pastikan plastik pembungkus tepung diikat kembali dengan rapat. Cara ini ampuh mengurangi kemungkinan tepung jadi lembab, menggumpal, dan terkena udara yang membawa bakteri.
Jangan mencampur tepung lama dengan baru
Jangan mencampur tepung yang baru beli dengan yang lama saat menyimpannya, meski kedua tepung memiliki jenis yang sama. Jika pun ingin menyimpannya dalam satu wadah, lihat dulu tepung yang lama, apakah masih bagus atau sudah rusak. Pastikan juga kamu segera menghabiskan tepung lama sebelum memakai yang baru.
Simpan di tempat dingin atau sejuk
Simpan tepung di tempat yang dingin. Tepung bisa juga disimpan di lemari es, tetapi tetap pastikan wadah penyimpanannya rapat. Jika tidak, simpan tepung di tempat yang sejuk saja.
Bersihkan wadah tepung
Bersihkan wadah tempat tepung agar tak mudah bau apek. Bau pada toples bisa jadi mempengaruhi tepung sehingga tepung tak enak lagi dipakai.
Bersihkan lemari dapur
Bersihkan lemari penyimpanan.
Jika lemari tak hanya dipakai untuk menyimpan tepung saja, tapi juga berbagai bahan dapur lainnya, pastikan untuk sering membersihkannya agar tepung tak berjamur dan lemari tak rawan lembab.
Nah, itu dia sekian tips menyimpan tepung di dapur agar tak mudah menggumpal, bau apek, berjamur, atau bahkan berkutu. Semoga bermanfaat ya ladies.
Sumber : vemale.com
Langganan:
Postingan (Atom)

