Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2016

Tips Mengupas Udang Dengan Cepat Dengan Gunting

Suka makan udang? Maka mungkin kamu butuh tips mengupas udang berikut ini. Kulit udang yang keras dan runcing seringkali bisa melukai tangan dan membuat tangan pedih, itulah mengapa kebanyakan orang sering tak berhasil dan tak suka mengupas udang.

Dan mengupas kulit udang bisa makan waktu lama sehingga membuat kulitmu bau amis yang tak hilang bahkan jika kamu mencuci dengan sabun dan jeruk lemon. Ini yang kamu butuhkan untuk mengupas udang dengan cepat.



Alat dan bahan:

Gunting
Udang yang belum dikupas
Tisu kertas secukupnya

Caranya:

Keringkan udang dengan kertas tisu jika terlalu licin. Gunting kepala udang. Kemudian potong kulit di bagian punggung udang hingga bagian belakang atau ekor.
Kupas kulit badan udang. Gunting sedikit punggung udang lurus hingga ekor. Buang usus udang yang berwarna hitam, buang di kertas tisu (karena biasanya ususnya lengket). Selesai.
Cukup simpel dan mudah dipraktekkan dibanding jika kamu hanya menggunakan tangan untuk mengupas udang. Coba praktekkan di rumah ya.

Sumber : vemale.com

Kamis, 16 Juni 2016

Tips Praktis Agar Puding Tidak Mudah Berair



Saat puasa di bulan Ramadan seperti sekarang ini, santapan takjil buka puasa yang memang sangat lezat dan menyehatkan adalah menu takjil yang segar serta manis. Kalau ngomongin soal takjil buka yang segar dan manis, tentunya puding bisa menjadi salah satu takjil yang segar dan manis tersebut.

Puding merupakan salah satu makanan yang hampir disukai oleh semua orang. Rasanya yang legit, segar dan mengenyangkan menjadikan puding menjadi salah satu hidangan andalan saat buka puasa. Biasanya, puding ini akan dibuat saat pagi atau siang hari sebelum disantap saat sore hari waktu berbuka. Sayang, karena puding dibuat sudah sejak lama, tidak jarang puding pun akan mudah mencair atau mengandung banyak air. Terlebih lagi, jika puding ini disimpan di dalam lemari pendingin atau kulkas.

Nah, agar puding tidak mudah berair? Apa yang bisa kita lakukan? Dikutip dari beberapa sumber dan juga hasil pengalaman sendiri serta beberapa sahabat, agar puding tidak mudah berair ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Dan berikut tipsnya.


Tips pertama adalah kurangi takaran air yang kamu pakai untuk membuat puding. Jika biasanya kamu membuat 1 sachet puding dengan 3 gelas air, usahakan untuk menggunakan 2 gelas air saja. Puding yang dibuat dengan sedikit air akan lebih tahan lama, teksturnya lebih kental dan tidak mudah berair.
Untuk tips kedua, usahakan agar puding yang disajikan masih fresh. Jika kamu buka puasa dan menikmati puding pada pukul setengah 6 atau jam 6 malam, buatlah puding sekitar jam 2 atau 3 sore hari. Perlu kita tahu, puding yang disimpan dalam waktu lama justru akan lebih mudah berair atau menjadi lembek.
Mengenai tips selanjutnya, jangan tutup puding yang masih panas. Menutup puding yang masih panas di dalam cetakan justru akan membuat uap puding menempel di tutup dan menjadikan puding mudah berair.
Hindari menyimpan pada lemari pendingin yang sangat lembab. Puding yang disimpan di lemari pendingin justru akan lebih mudah berair. Air pada puding bisa saja berasal dari puding itu sendiri atau dari uap air yang ada di lemari pendingin.

Ladies, itulah beberapa tips agar puding tidak mudah berair. Sekarang, semakin tahu kan bagaimana cara menyimpan puding agar ia tidak mudah berair? Oh iya, jika kamu punya tips lainnya, jangan lupa share di kolom komentar. Semoga, informasi ini bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.

Sumber : vemale.com

Minggu, 05 Juni 2016

Sehatkan Ginjal dengan 5 Makanan Ini



Kalau Anda tengah dalam kondisi berjuang dari penyakit yang berhubungan dengan ginjal, Anda akan senang mengetahui ada banyak makanan di sekitar Anda, tentu yang alami, bisa menolong percepatan pemulihan sakit ginjal.

Dikutip dari India Times,ada lima makanan yang kaya anti-oksidan, vitamin serta mineral yang membatu menguatkan ginjal. Selain itu, kelima makanan ini bermanfaat bagi pasien yang baru saja menjalani transplantasi ginjal.

Agar lebih aman, konsultasikan dulu hal ini dengan dokter jika Anda sudah memiiki masalah ginjal sebelumnya. Berikut lima makanan yang bermanfaat bagi kesehatan ginjal.

1. Paprika merah

Buah yang jadi topping klasik dalam pizza ini punya potasium yang rendah dan kaya akan vitamin A, C, B6, asam folat dan serat.

Paprika juga kaya akan likopen yang bisa menjauhkan Anda dari kanker. Makanlah paprika panggang atau potong ke dalam salad dan nikmatilah.

2. Apel

Punya sifat anti-inflamasi (peradangan), serat, dan vitamin, apel juga merupakan buah yang bisa mengurangi kolesterol dalam tubuh, mencegah sembelit dan menjaga ginjal sehat.

Buah ini bisa dikonsumsi langsung, dimasak, atau dijus, karena menyehatkan dalam segala bentuk.

3. Buah cranberry

Agak sulit memang, menemukan buah ini di pasar, kecuali Anda ke swalayan. Bentuknya mirip ceri liar dan buah cranberry ini adalah obat alami untuk infeksi saluran kemih karena meningkatkan tingkat keasaman urin, sehingga tidak bersahabat untuk bakteri. Buah ini juga bisa mencegah kanker.

4. Ikan

Mengkonsumsi ikan tiga kali dalam seminggu bisa menurunkan kolesterol, menguragi peradangan dalam tubuh dan melawan kanker. Pasalnya, ikan kaya akan omega 3 dan anti-oksidan.

5. Putih telur

Putih telur juga merupakan sumber protein yang mudah larut dalam tubuh serta punya konten potasium yang rendah. Anda bisa mengkonsumsinya dengan hanya merebus telur.

Jangan Asal Olah Brokoli untuk Dapatkan Manfaatnya



Ada banyak cara mengolah brokoli mulai dari direbus hingga jadi sup. Namun untuk mengambil manfaat terbaik brokoli akan lebih baik diolah dengan cara dikukus lalu disantap. Salah satu keuntungannya membantu tubuh melawan kanker.

"Brokoli paling bagus dikukus. Cukup 2-3 menit saja. Jika terlalu lama dimasak kandungan sulforaphane yang bagus untuk mencegah kanker payudara jadi hilang," tutur dokter spesialis anak Frieda Handayani Kawanto dalam acara peluncuran program edukasi makan buah dan sayur dari Sari Husada di Jakarta,

Jika direbus terlalu lama, paling tidak kandungan sulforaphane bisa hilang 50 persen. Tentu sayang sekali bukan? Sehingga jika orangtua memang ingin memberikan anak-anak buah dan sayur sebaiknya dilengkapi juga dengan pengetahuan pengolahan.

"Jadi pengetahuan mengolah makanan secara khusus itu juga perlu dimiliki," tutur dokter yang berpraktik di RS Awal Bros Evasari Jakarta.

Selain mengandung sulforaphane, brokoli masih kaya manfaat lain mulai dari kaya serat, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, Vitamin A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide, kalsium, betakaroten, dan glutation. Brokoli juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB) dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.

Jumat, 03 Juni 2016

Tips Sayur Tetap Segar dan Nggak Kuning Saat Disimpan di Kulkas



Belanja di akhir pekan seperti sekarang ini memang sangat menyenangkan. Biasanya, di akhir pekan seperti ini kita akan membeli bahan masakan baik itu sayur atau bumbu dapur dalam jumlah yang cukup banyak untuk persediaan seminggu ke depan. Dan agar bahan masakan tersebut awet, biasanya kita akan langsung memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari pendingin.

Memang sih, menyimpan bahan masakan khususnya sayur di dalam kulkas bisa membuat sayur awet. Tapi, tidak jarang penyimpanan sayur di kulkas yang salah justru membuat sayur mudah layu dan warnanya tidak hijau lagi alias kuning. Lantas, gimana dong agar sayur yang disimpan di kulkas tetap segar dan nggak kuning?

Jangan khawatir Ladies, kali ini Vemale akan memberikan tips agar sayur tetap segar dan nggak kuning saat disimpan di kulkas. Caranya antara lain sebagai berikut.

    Bungkus Sayur Pakai Kertas

Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah membungkus sayur pakai kertas. Saat kita membungkus sayur pakai kertas, hal ini bisa membuat sayur menjadi awet segar dan nggak mudah kuning.

    Cuci Sayur Sebelum Disimpan di Kulkas

Pastikan bahwa kamu menyimpan sayur yang sudah dicuci. Jika selama ini kamu langsung memasukkan sayur sebelum disimpan, mulai sekarang cobalah untuk menghentikan kebiasaan ini. Sayur yang tidak dicuci dikhawatirkan mengandung berbagai bakteri yang menyebabkan kulkas tidak sehat dan sayur pun akan mudah layu juga berwarna kuning. So, cuci dulu sayur yang akan disimpan di kulkas.

    Hindari Menyimpan Sayur Bersama Bawang Merah atau Bawang Putih

Bawang merah dan putih adalah dua bumbu masak yang mengandung banyak gas. Jika ia disimpan di kulkas namun tidak ditempatkan dalam wadah tertutup, dikhawatirkan hal ini akan membuat gas dalam bawang menjadi penyebab sayur mudah layu, berwarna kuning bahkan busuk. Jadi, usahakan tidak menyimpan bawang di kulkas kecuali kamu telah menempatkannya dalam wadah atau toples yang tertutup.

    Pastikan Kulkas Bersih

Pastikan bahwa kulkas untuk menyimpan sayur bersih dan tidak ada sisa buah atau sayur lainnya. Sisa buah dan sayur dikatakan akan membuat sayur baru yang disimpan di kulkas mudah layu, busuk juga berwarna kuning. Idealnya, kulkas dibersihkan setiap satu atau dua minggu sekali.

    Lubangi Plastik Sayur

Jika kamu menyimpan sayur di dalam plastik, usahakan untuk melubangi plastik terlebih dahulu. Asal kita tahu saja, sayur yang disimpan di dalam plastik sering kali mengeluarkan uap atau gas. Jadi, agar uap tersebut bisa keluar dari dalam plastik, tugas kita akan melubangi plastik. Selain menjadi jalan keluarnya uap yang berasal dari sayur, lubang pada plastik juga akan memudahkan udara dari kulkas masuk ke dalam plastik dan membuat sayur tetap segar.


Ladies, itulah cara menyimpan sayur di kulkas agar tetap segar dan tidak mudah kuning. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Senin, 30 Mei 2016

Ini Lho Perbedaan Mentega dan Margarin!


Bagi Ladies yang masih pemula dalam dunia masak-memasak mungkin masih bingung dengan perbedaan mentega dan juga margarin. Sekilas keduanya memang tampak sama. Well, tapi jauh berbeda dan memiliki hasil yang berbeda pula untuk setiap masakan.

Kali ini Vemale akan menghadirkan informasi tentang perbedaan dua bahan memasak ini. Jangan lagi salah sebut ya Ladies. Ayo simak perbedaannya.

Mentega atau Butter

Mentega atau butter ini terbuat dari lemak susu hewani seperti sapi atau domba. Mentega rasanya lebih gurih dan beraroma dibandingkan margarin. Mentega punya dua jenis Ladies. Ada mentega asin (salted butter) dan mentega manis (unsalted butter). Untuk teksturnya mentega lebih mudah mencair, sehingga lebih baik disimpan di wadah tertutup dan dimasukkan ke dalam lemari es.

Margarin

Margarin terbuat dari minyak nabati atau tumbuh-tumbuhan seperti kelapa dan lain sebagainya. Margarin cenderung kurang beraroma. Margarin hanya memiliki rasa asin saja. Tekstur margarin lebih padat dibandingkan mentega. Karenanya margarin tak mudah meleleh karena memiliki titik beku yang rendah.

Itu tadi perbedaan yang jelas di antara keduanya Ladies. Margarin dan mentega  harus disimpan dengan rapi di dalam wadah tertutup setelah dibuka dari kemasannya agar tidak terkontaminasi debu, kotoran dan bakteri jamur di suhu ruangan.

Jangan salah membedakan lagi ya Ladies. Bahan yang tepat akan membuat masakanmu jadi super spesial. Semoga bermanfaat.

Tips Mudah Menjernihkan Minyak Goreng Bekas Pakai


Minyak goreng adalah salah satu bahan dapur yang paling penting untuk memasak. Semakin lama harga minyak goreng memang semakin melejit Ladies. Bagi kamu yang suka memasak dan ingin berhemat, kali ini Vemale akan coba hadirkan satu tips super berguna.

Umumnya minyak goreng memang digunakan sebanyak 2-3 kali pemakaian. Namun terkadang ada yang sekali pakai saja minyak sudah berwarna keruh. Tapi sangat sayang kalau harus dibuang Ladies. Nah, bolehkah minyak ini dipergunakan kembali? Jawabannya boleh, namun kamu wajib menjernihkannya dulu.

Berikut ini Vemale hadirkan tips mudah menjernihkan minyak goreng bekas pakai agar bisa dipakai 1-2 kali lagi. Check this out Ladies!

Siapkan:
Arang kayu
Kain

Cara Menjernihkan:
Masukkan 2 kepal arang kayu yang sudah dihaluskan ke dalam 1 kilogram minyak jelantah
Biarkan sejenak, aduk sampai merata dan biarkan lagi selama 5 menit
Semua residu akan diserap oleh arang kayu dan minyak menjadi jernih kembali
Sebelum dipakai, saring minyak dengan menggunakan kain bersih

Well, bagaimana Ladies? Super duper mudah sekali bukan? Semoga informasi ini bermanfaat ya! Selamat berhemat.

Tips Mudah Agar Keju Tak Kering Setelah Dibuka



Siapa yang bisa menolak kelezatan keju? Keju merupakan salah satu makanan yang digunakan untuk membuat berbagai kreasi makanan yang menggiurkan. Keju yang paling sering digunakan sebagai bahan memasak adalah keju cheddar.

Keju memang biasanya dibungkus dengan alumunium foil. Ini karena permukaan keju mudah kering jika terkena udara bebas. Permukaan keju yang kering ini jelas akan mempengaruhi rasa dan tekstur makanan. Karenanya kamu tak bisa menyimpan keju sembarangan. Berikut ini Vemale akan memberikan satu tips mudah menyimpan keju agar tak mudah kering setelah kemasannya dibuka.

Pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan mentega Ladies. Saat keju sudah dipakai dan masih ada bagian yang tersisa maka olesi permukaannya dengan mentega. Setelah itu masukkan keju ke dalam wadah plastik atau plastik pembungkus makanan. Step terakhir simpan keju di dalam kulkas.

Dengan tips mudah ini dijamin keju tak akan kering saat akan dipakai lagi. Yang perlu diingat adalah kamu tak boleh terlalu lama menyimpan keju yang sudah dibuka Ladies. Ini karena kesegarannya akan hilang dan akan mempengaruhi rasa. Untuk itu disarankan untuk menghabiskan keju dalam kurun waktu yang singkat. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Tips Menyimpan Telur Agar Lebih Awet, Tahan Lama dan Nutrisinya Terjaga


Telur merupakan salah satu bahan makanan atau lauk pilihan keluarga, karena selain memiliki kandungan bergizi, juga bisa diolah menjadi menu makanan yang begitu enak dan nikmat.

Biasanya banyak orang membeli telur secara sekaligus sebagai persediaan di rumah. Telur pada dasarnya bisa disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun meskipun begitu, anda juga harus memperhatikan kelayakan telur itu sendiri, apakah telur masih mengandung nutrisi yang sama atau justru sebaliknya.

Untuk menjaga kelayakan telur dan keawetannya, kita harus memperhatikan seperti apa cara menyimpan telur itu sendiri. Karena menyimpan telur dengan cara yang tidak tepat justru akan merusaknya dan membuatnya tidak awet.

Nah, bagi anda yang tidak tahu seperti apa cara menyimpan telur untuk menjaganya tetap awet dan nutrisinya terjaga, anda bisa simak langsung tipsnya di bawah ini :

Beli telur yang masih utuh atau baru

Ketika anda membeli telur, maka anda harus memastikan membeli telur yang keadaannya masih utuh atau baru. Jika bisa, anda harus tahu tanggal kadaluarsanya. Namun, jika anda membelinya di pasar atau warung biasa dan tidak tercantum tanggal kadaluarsanya, maka sebaiknya anda menyimpan telur tersebut tidak lebih dari satu bulan. Namun, dengan catatan telur tersebut di simpan dengan baik dan benar.

Bersihkan cangkang telur dari kotoran

Setelah anda membeli telur dan sebelum menyimpannya ke dalam kulkas, maka anda harus membersihkan telur tersebut dari segala kotoran yang menempel. Karena kotoran yang menempel tersebut bisa saja mengandung bakteri tertentu yang dapat mengkontaminasi telur dan makanan lainnya yang anda simpan di dalam kulkas. Jika telur sudah dicuci dengan bersih, anda bisa menglapnya dengan menggunakan lap kering dan bersih. Baru setelah itu anda bisa langsung menyimpannya.

Simpan telur di dalam karton

Setelah telur tersebut dibersihkan, alangkah baiknya jika anda memasukan telur tersebut ke dalam tray yang dikhususkan untuk kulkas ataupun di dalam dus, hal ini bertujuan agar telur terhindar dari benturan yang nantinya akan merusak atau membuat cangkang telur menjadi retak. Tidak hanya itu, tray atau karton yang digunakan pun bisa membantu sirkulasi udara terhadap telur dan menyerap lembab sehingga telur akan menjadi lebih tahan lama.

Hindari menyimpan telur pada pintu kulkas

Seperti yang kita ketahui, pada pintu kulkas terdapat rak khusus untuk menyimpan telur. Namun meskipun begitu, bukan berarti jika tempat tersebut adalah tempat yang aman untuk menyimpan telur. Alangkah lebih baiknya jika anda menyimpan telur di dalam kulkas, karena di dalam kulkas telur akan terkena udara dingin dan membuatnya lebih awet dan tahan lama. Telur yang disimpan di bawah suhu 20 derajat celcius akan terbebas dari bakteri tertentu yang dapat membahayakan.

Selain itu, anda juga bisa menyimpan telur di dalam suhu ruangan. Tetapi, kekurangannya telur tidak akan tahan lama dan anda harus memastikan jika telur sudah dihabiskan sebelum waktu tujuh hari, guna menjaga kesegaran dan nutrisinya.

Itulah tips menyimpan telur agar lebih awet, tahan lama dan nutrisinya tetap terjaga. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.

Tips Menyimpan Bawang Merah dengan Baik dan Benar Agar Tidak Mudah Busuk


Kebanyakan ibu rumah tangga selalu membeli bumbu yang satu ini sebagai persediaan di rumahnya. Namun, banyak dari mereka yang mengeluh karena bawang merah yang dibelinya tersebut mudah busuk. Penyebab utama mudah busuknya bawang merah yaitu karena tidak disimpan dengan baik dan benar. Nah, berikut ini tips menyimpan bawang merah agar tidak mudah busuk.

Tips Menyimpan Bawang Merah dalam Keadaan Utuh

Setelah anda membeli bawang merah, terlebih lagi membelinya dalam jumlah yang cukup banyak, maka anda harus menyimpan bawang tersebut dalam suhu ruangan kering atau terbuka dengan sirkulasi udara yang lancar. Atau anda bisa menyimpan bawang tersebut pada wadah yang terbuka, kemudian simpan di tempat dengan suhu ruangan yang kering dan tidak lembab. Akan lebih baik jika anda menyimpan bawang bombay tersebut pada wadah terbuka yang memiliki pori-pori, seperti misalkan keranjang kecil. Anda bisa memilih keranjang dengan lubang yang cukup besar agar sirkulasi dari udaranya akan lebih baik. Cara menyimpan seperti ini akan membuat bawang merah bertahan lama selama kurang lebih 1 bulan. Ketika menyimpannya, anda juga harus menjauhkan bawang merah dari sayuran lainnya agar bawang tersebut tidak mudah busuk. Perlu anda ketahui, bawang merah dan sayuran lainnya seperti kentang, mengeluarkan uap yang akan membuat satu sama lainnya menjadi lebih mudah busuk.

Tips Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dikupas

Demi menghemat waktu ketika memasak, biasanya banyak orang mengupas bawang merah terlebih dahulu dalam jumlah yang banyak agar ketika memasak nanti tidak harus mengupas lagi. Bawang merah yang sudah dikupas tersebut biasanya akan lebih mudah busuk. Oleh karena itu, anda juga harus benar-benar memperhatikan cara penyimpanannya, selain agar tidak mudah busuk juga untuk menjaga kualitasnya. Nah, berikut ini cara menyimpan bawang merah yang sudah dikupas.

1. Menyimpan bawang merah kupas di wadah tertutup dalam lemari es

Cara pertama agar bawang merah kupas tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga yaitu, simpan bawang merah tersebut di dalam wadah tertutup. Lalu simpan di dalam lemari es. Menyimpan bawang merah pada wadah tertutup dalam lemari es baik untuk menjaga kesegarannya agar bawang tidak busuk dan kualitasnya masih bagus. Menyimpan bawang merah dengan cara ini dapat membuat bawang tahan lama selama kurang lebih 1-2 minggu.


2. Menyimpan bawang merah kupas pada wadah terbuka dalam lemari es

Selain disimpan dalam wadah tertutup, bawang merah juga bisa disimpan pada wadah terbuka dalam lemari es. Menyimpan bawang merah dengan cara ini akan membuat bawang tahan lama selama 2-3 minggu. Namun, dengan cara ini kualitas bawang yang dihasilkan akan berbeda dengan cara penyimpanan yang pertama. Meskipun begitu, kondisinya akan tetap baik dan masih bisa digunakan. Akan lebih baik jika bawang yang disimpan dengan cara ini tidak dalam jumlah yang banyak.

Tips Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dihaluskan atau Dicincang

Bawang merah yang sudah dicincang dan dihaluskan juga bisa disimpan dengan baik agar tahan lama dan kualitasnya terjaga. Anda bisa menyimpannya di lemari es atau pada bagian freezer.

1. Menyimpan bawang merah dalam lemari es

Simpan bawang merah cincang atau iris dalam wadah tertutup, lalu simpan di bagian bawah kulkas. Cara ini akan membuat bawang tahan lama selama 1 bulan.

2.  Menyimpan bawang merah dalam freezer

Bawang merah cincang dan halus juga bisa disimpan pada bagian freezer. Simpan bawang merah pada wadah tertutup, lalu simpan di dalam freezer. Dengan cara ini bawang merah akan bertahan sampai 3 bulan.

Demikian cara menyimpan bawang merah agar tahan lama dan tidak mudah busuk. Selamat mencoba.


Tips Menyimpan Cabai Agar Tetap Segar dan Tahan Lama


Tips Menyimpan Cabai Agar Tetap Segar dan Tahan Lama :

-Pada saat anda menyimpan cabai, maka anda harus memastikan untuk memilih cabai dengan keadaan dan kualitas yang baik. Cara menentukan apakah cabai tersebut masih dalam keadaan baik atau tidak yaitu anda harus memencet bagian tengah cabai tersebut. Pastikan anda memilih cabai yang masih dalam keadaan segar dan keras. Jika anda membeli cabai dengan kualitas yang kurang baik maka akan sangat merugikan sekali terlebih lagi jika anda membelinya dalam jumlah yang banyak.

-Setelah membeli cabai tersebut, maka anda harus memperhatikan cara penyimpanannya. Simpan cabai yang sudah anda beli tersebut pada tempat yang tidak lembab dan kering. Apabila cabai tersebut dibungkus dengan menggunakan plastik pada saat membelinya, maka anda harus segera mengeluarkan cabai tersebut dari plastik. Setelah itu, angin-anginkan cabai agar tidak lembab karena uap yang dihasilkan selama disimpan di dalam plastik.

-Anda bisa menyimpan cabai tersebut di dalam kulkas atau lemari pendingin. Namun, anda harus memastikan jika cabai tersebut tidak dalam keadaan basah atau lembab.

-Setelah membeli cabai, seharusnya anda jangan langsung mencuci cabai tersebut. Akan lebih baik apabila anda mencucinya pada saat akan dipakai saja. Hal ini bertujuan agar cabai tetap dalam keadaan segar dan tetap tahan lama.

-Apabila anda tidak memiliki kulkas atau lemari pendingin, maka anda bisa menyimpan cabai tersebut pada wadah yang memiliki lubang sehingga tidak akan lembab. Kemudian, simpan atau letakan pada tempat yang terkena angin serta tidak lembab.

 Cara-cara di atas bisa anda terapkan agar cabai yang anda beli tetap segar dan tidak akan mudah busuk apalagi jika anda membelinya dalam jumlah yang banyak. Itulah cara menyimpan cabai agar tetap segar dan tidak mudah busuk. Selamat mencoba.



Mengenal 6 Jenis Buah Pisang dan Cara Memasaknya


Buah pisang ternyata memiki beberapa jenis, seperti pisang raja, pisang nangka, pisang ambon. dan pisang lainnya. Ternyata buah pisang bisa diolah menjadi makanan enak dan lezat terkantung jenis pisangnya.

Ini dia 6 Jenis buah pisang dan cara membuatnya menjadi makanan yang super lezat.

1. PISANG TANDUK

Pisang tanduk merupakan pisang asal Sukabumi yang memiliki bentuk melengkung dan panjang seperti tanduk. Pisang ini tidak seperti jenis lainnya, produksi buahnya sangat sedikit. Satu pohon hanya menghasilkan tiga sisir, rata-rata tiap sisirnya terdiri dari 10 buah.

Kulit pisang tanduk agak tebal berwarna kekuningan berbintik cokelat atau kuning muda saat sudah matang. Daging buahnya putih kekuningan, rasanya manis agak asam, dan lunak. Pisang tanduk bermanfaat untuk kesehatan salah satunya membantu meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung atau mual.

Pisang tanduk yang matang biasanya sering dijadikan bahan baku pembuatan kolak.

2. PISANG NANGKA

Pisang nangka berasal dari Malang Jawa Timur. Pisang ini memiliki ukuran yang besar panjangnya dapat mencapai 28 cm. Kulit pisang nangka ini pun tebal, meskipun begitu berat pisang ini hanya 150-180 g per buah. Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis sedikit asam dan aroma harum.

Pisang nangka yang sudah matang dapat dibuat menjadi keripik ataupun pisang goreng.

3. PISANG RAJA

Jenis pisang lainnya yaitu pisang raja. Umumnya buah pisang raja bentuknya melengkung. Kulit buahnya tebal dan kasar, warnanya menjadi kuning agak orenge saat matang dengan bintik-bintik hitam. Citarasa yang legit dan aromanya harum. Dalam satu tandan terdapat 6 – 9 sisir yang beratnya 12 – 16 kg. Tiap sisir berisi 14 – 16 buah.

Pisang raja ini enak disantap langsung dalam bentuk matang atau bisa juga diolah menjadi Es Pisang Ijo.

4. PISANG KEPOK

 Bentuk buah pisang kepok agak gepeng dan bersegi. Karena bentuknya gepeng, ada yang menyebutnya pisang gepeng. Ukuran buahnya kecil, panjangnya 10-12 cm dan beratnya 80-120 g. Kulit buahnya sangat tebal dengan warna kuning kehijauan dan kadang bernoda cokelat.

Pisang kepok ini dapat membantu proses penyembuhan penyakit batuk darah dan diabetes, karena dapat menjaga kadar gula dalam darah. Pisang kepok ini akan terasa manis jika dan lezat jika direbus atau digoreng. Bisa juga dibuat menjadi keripik pisang.

5. PISANG RAJA SEREH

 Pisang raja sering memiliki ukuran buah yang kecil dengan panjang sekitar 10 – 15 cm dan diameter 3 – 4 cm. Kulitnya tipis dan waktu matang berwarna kuning kecokelatan dengan bintik-bintik cokelat kehitaman. Daging buah putih dengan rasa manis khas dan aroma harum. Dalam satu tandan terdapat 5 – 6 sisir yang beratnya 10 – 14 kg.
Sebagian orang menyajikan pisang raja sereh ini sebagai menu sarapan atau diolah menjadi kue nagasari / kue pisang.

6. PISANG AMBON

 Ciri-ciri pisang ambon yaitu berkulit halus dan berwarna kuning saat matang. Tekstur daging buahnya sedikit keras dan berwarna krem. Aroma harum dengan rasa manis yang pas membuat pisang ambon ini disukai semua orang.
Buah ini berasal dari Indonesia, namun merupakan salah satu produk andalan di negeri Belanda. Saat ini pisang ambong sudah di budidayakan dengan cara modern dan beberapa varian yang bisa menjadi pilihan bagi anda.

Pisang ambon yang memiliki rasa manis dan enak ini cocok dimakan langsung ataupun dibuat menjadi bolu atau cake pisang.

Nah, itulah beberapa jenis pisang yang enak dan lezat yang bisa diolah menjadi makanan yang mantap! Buah pisang jenis apa yang anda suka?