Senin, 30 Mei 2016

Ini Lho Perbedaan Mentega dan Margarin!


Bagi Ladies yang masih pemula dalam dunia masak-memasak mungkin masih bingung dengan perbedaan mentega dan juga margarin. Sekilas keduanya memang tampak sama. Well, tapi jauh berbeda dan memiliki hasil yang berbeda pula untuk setiap masakan.

Kali ini Vemale akan menghadirkan informasi tentang perbedaan dua bahan memasak ini. Jangan lagi salah sebut ya Ladies. Ayo simak perbedaannya.

Mentega atau Butter

Mentega atau butter ini terbuat dari lemak susu hewani seperti sapi atau domba. Mentega rasanya lebih gurih dan beraroma dibandingkan margarin. Mentega punya dua jenis Ladies. Ada mentega asin (salted butter) dan mentega manis (unsalted butter). Untuk teksturnya mentega lebih mudah mencair, sehingga lebih baik disimpan di wadah tertutup dan dimasukkan ke dalam lemari es.

Margarin

Margarin terbuat dari minyak nabati atau tumbuh-tumbuhan seperti kelapa dan lain sebagainya. Margarin cenderung kurang beraroma. Margarin hanya memiliki rasa asin saja. Tekstur margarin lebih padat dibandingkan mentega. Karenanya margarin tak mudah meleleh karena memiliki titik beku yang rendah.

Itu tadi perbedaan yang jelas di antara keduanya Ladies. Margarin dan mentega  harus disimpan dengan rapi di dalam wadah tertutup setelah dibuka dari kemasannya agar tidak terkontaminasi debu, kotoran dan bakteri jamur di suhu ruangan.

Jangan salah membedakan lagi ya Ladies. Bahan yang tepat akan membuat masakanmu jadi super spesial. Semoga bermanfaat.

Tips Mudah Menjernihkan Minyak Goreng Bekas Pakai


Minyak goreng adalah salah satu bahan dapur yang paling penting untuk memasak. Semakin lama harga minyak goreng memang semakin melejit Ladies. Bagi kamu yang suka memasak dan ingin berhemat, kali ini Vemale akan coba hadirkan satu tips super berguna.

Umumnya minyak goreng memang digunakan sebanyak 2-3 kali pemakaian. Namun terkadang ada yang sekali pakai saja minyak sudah berwarna keruh. Tapi sangat sayang kalau harus dibuang Ladies. Nah, bolehkah minyak ini dipergunakan kembali? Jawabannya boleh, namun kamu wajib menjernihkannya dulu.

Berikut ini Vemale hadirkan tips mudah menjernihkan minyak goreng bekas pakai agar bisa dipakai 1-2 kali lagi. Check this out Ladies!

Siapkan:
Arang kayu
Kain

Cara Menjernihkan:
Masukkan 2 kepal arang kayu yang sudah dihaluskan ke dalam 1 kilogram minyak jelantah
Biarkan sejenak, aduk sampai merata dan biarkan lagi selama 5 menit
Semua residu akan diserap oleh arang kayu dan minyak menjadi jernih kembali
Sebelum dipakai, saring minyak dengan menggunakan kain bersih

Well, bagaimana Ladies? Super duper mudah sekali bukan? Semoga informasi ini bermanfaat ya! Selamat berhemat.

Tips Agar Bihun Tidak Mudah Hancur Saat Dimasak


Mie bihun merupakan salah satu bahan makanan yang nggak hanya enak dan mengenyangkan saja. Kalau kita pandai mengolah bihun, bihun bahkan bisa menjadi masakan atau makanan yang menggugah selera dan disukai siapa saja. Pada dasarnya mengolah bihun bisa dibilang gampang-gampang susah. Pengolahan yang benar akan membuat bihun tampak menarik saat disajikan. Tapi, pengolahan yang salah tidak jarang akan membuat bihun menjadi rusak, hancur dan tidak menarik lagi buat disajikan.

Kalau bihun yang dimasak hancur dan bentuknya nggak karuan, bukan hanya kecewa yang akan kita rasakan. Lebih jauh, kita pun mungkin bisa saja trauma untuk masak bihun di waktu selanjutnya. Namun kini kamu nggak usah khawatir kalau bihun yang kamu masak bakalan hancur. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memasak bihun agar ia tidak hancur. Bagaimana caranya? Berikut ulasannya.

Pastikan Kualitas Bihun Baik

Hal pertama yang perlu diperhatikan agar bihun tidak mudah hancur adalah kualitas dari bihun itu sendiri. Pastikan bahwa bihun yang mau kamu masak adalah bihun yang berkualitas baik. Usahakan memilih bihun yang penampilannya bersih, menarik dan tidak kusam. Selain tidak mudah hancur, bihun dengan kualitas baik juga bisa menjadi sajian yang menarik dan menggugah selera.

Rendam Bihun Pada Air Hangat

Biasanya kita akan merendam bihun di air panas agar ia mudah layu dan bisa cepat diolah. Asal kita tahu, merendam bihun di air panas yang terlalu lama justru bisa membuat bihun hancur dan tak menarik lagi. Jika ingin bihun layu, rendam bihun di air hangat. Meski membutuhkan waktu yang lebih lama untuk layu, percaya deh, tampilan bihun ini akan lebih baik.

Gunakan Api Kecil Saat Memasak

Selanjutnya, agar bihun tidak mudah layu, pastikan bahwa kamu memasak bihun dengan api yang kecil saja. Pakai api sedang boleh, tapi usahakan agar api yang digunakan tidak terlalu panas ya? Meski membutuhkan waktu masak yang lebih lama, bihun yang dimasak dengan cara ini bisa lebih baik dan nggak mudah hancur.

Jangan Terlalu Sering Mengaduk Bihun Saat Memasak

Usahakan agar tidak terlalu sering mengaduk bihun saat kamu memasaknya. Mengaduk bihun terlalu sering justru akan membuat bihun mudah hancur dan patah. Aduk masakan sesekali saja. Meski mengadukannya sesekali saja, pastikan bumbu bihun meresap dengan baik ya. Agar bumbu meresap dengan baik, kamu bisa menambahkan sedikit air atau minyak saat memasaknya.

Itulah tips agar bihun nggak mudah hancur saat dimasak. Dengan tips ini, nggak perlu khawatir bahwa bihun yang dimasak akan hancur ya? Selamat mencoba dan semoga tips ini bermanfaat.

Tips Mudah Agar Keju Tak Kering Setelah Dibuka



Siapa yang bisa menolak kelezatan keju? Keju merupakan salah satu makanan yang digunakan untuk membuat berbagai kreasi makanan yang menggiurkan. Keju yang paling sering digunakan sebagai bahan memasak adalah keju cheddar.

Keju memang biasanya dibungkus dengan alumunium foil. Ini karena permukaan keju mudah kering jika terkena udara bebas. Permukaan keju yang kering ini jelas akan mempengaruhi rasa dan tekstur makanan. Karenanya kamu tak bisa menyimpan keju sembarangan. Berikut ini Vemale akan memberikan satu tips mudah menyimpan keju agar tak mudah kering setelah kemasannya dibuka.

Pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan mentega Ladies. Saat keju sudah dipakai dan masih ada bagian yang tersisa maka olesi permukaannya dengan mentega. Setelah itu masukkan keju ke dalam wadah plastik atau plastik pembungkus makanan. Step terakhir simpan keju di dalam kulkas.

Dengan tips mudah ini dijamin keju tak akan kering saat akan dipakai lagi. Yang perlu diingat adalah kamu tak boleh terlalu lama menyimpan keju yang sudah dibuka Ladies. Ini karena kesegarannya akan hilang dan akan mempengaruhi rasa. Untuk itu disarankan untuk menghabiskan keju dalam kurun waktu yang singkat. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Tips Menyimpan Telur Agar Lebih Awet, Tahan Lama dan Nutrisinya Terjaga


Telur merupakan salah satu bahan makanan atau lauk pilihan keluarga, karena selain memiliki kandungan bergizi, juga bisa diolah menjadi menu makanan yang begitu enak dan nikmat.

Biasanya banyak orang membeli telur secara sekaligus sebagai persediaan di rumah. Telur pada dasarnya bisa disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun meskipun begitu, anda juga harus memperhatikan kelayakan telur itu sendiri, apakah telur masih mengandung nutrisi yang sama atau justru sebaliknya.

Untuk menjaga kelayakan telur dan keawetannya, kita harus memperhatikan seperti apa cara menyimpan telur itu sendiri. Karena menyimpan telur dengan cara yang tidak tepat justru akan merusaknya dan membuatnya tidak awet.

Nah, bagi anda yang tidak tahu seperti apa cara menyimpan telur untuk menjaganya tetap awet dan nutrisinya terjaga, anda bisa simak langsung tipsnya di bawah ini :

Beli telur yang masih utuh atau baru

Ketika anda membeli telur, maka anda harus memastikan membeli telur yang keadaannya masih utuh atau baru. Jika bisa, anda harus tahu tanggal kadaluarsanya. Namun, jika anda membelinya di pasar atau warung biasa dan tidak tercantum tanggal kadaluarsanya, maka sebaiknya anda menyimpan telur tersebut tidak lebih dari satu bulan. Namun, dengan catatan telur tersebut di simpan dengan baik dan benar.

Bersihkan cangkang telur dari kotoran

Setelah anda membeli telur dan sebelum menyimpannya ke dalam kulkas, maka anda harus membersihkan telur tersebut dari segala kotoran yang menempel. Karena kotoran yang menempel tersebut bisa saja mengandung bakteri tertentu yang dapat mengkontaminasi telur dan makanan lainnya yang anda simpan di dalam kulkas. Jika telur sudah dicuci dengan bersih, anda bisa menglapnya dengan menggunakan lap kering dan bersih. Baru setelah itu anda bisa langsung menyimpannya.

Simpan telur di dalam karton

Setelah telur tersebut dibersihkan, alangkah baiknya jika anda memasukan telur tersebut ke dalam tray yang dikhususkan untuk kulkas ataupun di dalam dus, hal ini bertujuan agar telur terhindar dari benturan yang nantinya akan merusak atau membuat cangkang telur menjadi retak. Tidak hanya itu, tray atau karton yang digunakan pun bisa membantu sirkulasi udara terhadap telur dan menyerap lembab sehingga telur akan menjadi lebih tahan lama.

Hindari menyimpan telur pada pintu kulkas

Seperti yang kita ketahui, pada pintu kulkas terdapat rak khusus untuk menyimpan telur. Namun meskipun begitu, bukan berarti jika tempat tersebut adalah tempat yang aman untuk menyimpan telur. Alangkah lebih baiknya jika anda menyimpan telur di dalam kulkas, karena di dalam kulkas telur akan terkena udara dingin dan membuatnya lebih awet dan tahan lama. Telur yang disimpan di bawah suhu 20 derajat celcius akan terbebas dari bakteri tertentu yang dapat membahayakan.

Selain itu, anda juga bisa menyimpan telur di dalam suhu ruangan. Tetapi, kekurangannya telur tidak akan tahan lama dan anda harus memastikan jika telur sudah dihabiskan sebelum waktu tujuh hari, guna menjaga kesegaran dan nutrisinya.

Itulah tips menyimpan telur agar lebih awet, tahan lama dan nutrisinya tetap terjaga. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.

Tips Mengolah Kikil Agar Cepat Empuk dan Tidak Bau


Khususnya di Indonesia, bahan makanan yang satu ini sering diolah menjadi berbagai macam olahan masakan yang begitu lezat dan enak. Banyak sekali olahan masakan yang terbuat dari bahan dasar kikil sapi, seperti halnya sop kikil, tumis kikil, kikil kuah bening dan lain sebagainya.

Namun, mengolah kikil agar menjadi olahan masakan atau hidangan yang enak tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya masalah sering muncul ketika mengolahnya, seperti kikil sulit empuk dan bau amis yang luar biasa menyengat. Ditambah lagi dengan lendir yang menempel pada kikil.


Karena seperti itu, banyak orang yang justru mengurungkan niatnya untuk mengolah atau memasak kikil. Bahkan sebagai gantinya, mereka lebih memilih membeli olahan kikil yang sudah jadi.

Membeli olahan kikil yang sudah jadi bukanlah solusi yang tepat. Hal itu justru tidak akan membantu apabila anda mendapatkan kikil dalam keadaan mentah. Untuk itulah, anda juga harus tahu seperti apa cara mengolah kikil yang baik dan benar agar kikil menjadi nikmat, cepat empuk dan tidak lagi bau amis.

Ketika mengolah kikil diperlukan kesabaran yang ekstra, karena jika kita tidak sabar maka olahan kikil yang dihasilkan akan gagal atau menjadi tidak enak.

Penasaran seperti apa cara mengolah kikil yang tepat agar empuk dan tidak bau? Untuk mengetahuinya anda bisa simak tipsnya pada pembahasan di bawah ini.

Cara Membersihkan Kikil

Setelah anda membeli kikil, maka seharusnya anda langsung mencuci kikil tersebut. Cara mencucinya yaitu dengan merendam di dalam air mendidih. Lalu diamkan kikil selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, anda bisa membersihkan kikil seperti biasanya. Apabila terdapat bulu yang masih tersisa, maka anda bisa menghilangkannya dengan menggunakan pisau.

Rebus Kikil

Setelah kikil bersih, anda bisa merebus kikil dengan menggunakan air biasa hingga kikil menjadi empuk. Agar proses merebus lebih cepat, maka anda bisa merebusnya di dalam panci presto selama kurang lebih 1 jam. Jika anda menggunakan panci biasa untuk merebus kikil, maka untuk membuat kikil menjadi empuk diperlukan waktu selama kurang lebih 2-3 jam. Ketika merebus kikil, anda bisa menambahkan rempah seperti daun jeruk, jahe, daun salam, dan lengkuas.Setelah kikil selesai direbus, anda bisa langsung membuang airnya agar kikil tidak bau.

Tiriskan Kikil

Apabila setelah direbus kikil masih tetap bau, setelah merebus kikil yang pertama kalinya anda bisa langsung meniriskan kikil dan menyiramnya dengan menggunakan air bersih. Hal ini dilakukan agar sisa bau yang masih menempel hilang. Setelah itu, kikil bisa langsung diproses atau diolah menjadi olahan masakan sesuai dengan selera anda.

Cara Membumbui Kikil

Agar olahan kikil lebih nikmat, maka anda bisa membumbui kikil dengan perpaduan bumbu dasar dan rempah-rempah yang khas. Bumbu dan rempah yang dimaksud yaitu, kunyit, daun salam, bawang putih, daun jeruk purut dan lain sebagainya.

Cara Memasak Kikil

Setelah kikil selesai dibumbui, anda bisa langsung memasaknya sesuai dengan selera anda dengan bumbu yang menggoda.

Itulah tips memasak kikil agar mudah, empuk dan tidak bau. Selemat mencoba.

Tips Menyimpan Bawang Merah dengan Baik dan Benar Agar Tidak Mudah Busuk


Kebanyakan ibu rumah tangga selalu membeli bumbu yang satu ini sebagai persediaan di rumahnya. Namun, banyak dari mereka yang mengeluh karena bawang merah yang dibelinya tersebut mudah busuk. Penyebab utama mudah busuknya bawang merah yaitu karena tidak disimpan dengan baik dan benar. Nah, berikut ini tips menyimpan bawang merah agar tidak mudah busuk.

Tips Menyimpan Bawang Merah dalam Keadaan Utuh

Setelah anda membeli bawang merah, terlebih lagi membelinya dalam jumlah yang cukup banyak, maka anda harus menyimpan bawang tersebut dalam suhu ruangan kering atau terbuka dengan sirkulasi udara yang lancar. Atau anda bisa menyimpan bawang tersebut pada wadah yang terbuka, kemudian simpan di tempat dengan suhu ruangan yang kering dan tidak lembab. Akan lebih baik jika anda menyimpan bawang bombay tersebut pada wadah terbuka yang memiliki pori-pori, seperti misalkan keranjang kecil. Anda bisa memilih keranjang dengan lubang yang cukup besar agar sirkulasi dari udaranya akan lebih baik. Cara menyimpan seperti ini akan membuat bawang merah bertahan lama selama kurang lebih 1 bulan. Ketika menyimpannya, anda juga harus menjauhkan bawang merah dari sayuran lainnya agar bawang tersebut tidak mudah busuk. Perlu anda ketahui, bawang merah dan sayuran lainnya seperti kentang, mengeluarkan uap yang akan membuat satu sama lainnya menjadi lebih mudah busuk.

Tips Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dikupas

Demi menghemat waktu ketika memasak, biasanya banyak orang mengupas bawang merah terlebih dahulu dalam jumlah yang banyak agar ketika memasak nanti tidak harus mengupas lagi. Bawang merah yang sudah dikupas tersebut biasanya akan lebih mudah busuk. Oleh karena itu, anda juga harus benar-benar memperhatikan cara penyimpanannya, selain agar tidak mudah busuk juga untuk menjaga kualitasnya. Nah, berikut ini cara menyimpan bawang merah yang sudah dikupas.

1. Menyimpan bawang merah kupas di wadah tertutup dalam lemari es

Cara pertama agar bawang merah kupas tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga yaitu, simpan bawang merah tersebut di dalam wadah tertutup. Lalu simpan di dalam lemari es. Menyimpan bawang merah pada wadah tertutup dalam lemari es baik untuk menjaga kesegarannya agar bawang tidak busuk dan kualitasnya masih bagus. Menyimpan bawang merah dengan cara ini dapat membuat bawang tahan lama selama kurang lebih 1-2 minggu.


2. Menyimpan bawang merah kupas pada wadah terbuka dalam lemari es

Selain disimpan dalam wadah tertutup, bawang merah juga bisa disimpan pada wadah terbuka dalam lemari es. Menyimpan bawang merah dengan cara ini akan membuat bawang tahan lama selama 2-3 minggu. Namun, dengan cara ini kualitas bawang yang dihasilkan akan berbeda dengan cara penyimpanan yang pertama. Meskipun begitu, kondisinya akan tetap baik dan masih bisa digunakan. Akan lebih baik jika bawang yang disimpan dengan cara ini tidak dalam jumlah yang banyak.

Tips Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dihaluskan atau Dicincang

Bawang merah yang sudah dicincang dan dihaluskan juga bisa disimpan dengan baik agar tahan lama dan kualitasnya terjaga. Anda bisa menyimpannya di lemari es atau pada bagian freezer.

1. Menyimpan bawang merah dalam lemari es

Simpan bawang merah cincang atau iris dalam wadah tertutup, lalu simpan di bagian bawah kulkas. Cara ini akan membuat bawang tahan lama selama 1 bulan.

2.  Menyimpan bawang merah dalam freezer

Bawang merah cincang dan halus juga bisa disimpan pada bagian freezer. Simpan bawang merah pada wadah tertutup, lalu simpan di dalam freezer. Dengan cara ini bawang merah akan bertahan sampai 3 bulan.

Demikian cara menyimpan bawang merah agar tahan lama dan tidak mudah busuk. Selamat mencoba.